MAKALAH
KOMUNIKASI MULTIKULTURAL
“KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL”
Dosen Pengampu:
Ust. Alim Puspianto M.Kom
Oleh:
Ahmad Padilah
Sukri Andi
PROGRAM STUDY
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
JURUSAN DAKWAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN AL-HAKIM SURABAYA
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar BelakangPerubahan merupakan sebuah gejala berubahnya stuktur dan pola dalam lapangan. Perubahan merupakan sebuah gejala umum yang telah terjadi dari masa ke masa dalam suatu hal. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang cenderung selalu menginginkan perubahan. Hirschman mengatakn bahwa sebuah kebosanan manusia yang menyebabkan sebuah perubahan.
Didalam perubahan sosial budaya masyarakat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya cara komunikasi dan pola pikir masyarakat. Faktor internal yang ada dalam masyarakat seperti penambahan jumlah penduduk atau sebaliknya, adanya penemuan baru, terjadi konflik atau revolusi. Dan faktor eksternal adalah perubahan iklim dan bencana alam, terjadi sebuah peperangan, masuknya pengaruh budaya luar dan lain sebagainya.
Ada kalanya justru perubahan terhambat karena disebabkan kurangnya intensif hubungan komunikasi baik didalam maupun dengan masyarakat luar. Atau ada pula suatu perubahan dapat terhambat akibat dari kentalnya suatu kepercayaan mesyarakat terhadap apa yang udah jadi kebiasaannya sehingga masyarakat berpikir hal itu dapat merubah ideologinya.
B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang masalah yang sederhana itu, maka penulis hendak merumuskan masalah diantarnya:
1. Apa hakekat perubahan?
2. Apa sifat perubahan?
3. Apa itu perubahan?
4. Bagaimana pengembangan kemampuan antar budaya untuk memahami kebudayaan?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat PerubahanPerubahan terjadi disadari dan dirasakan oleh hampir seluruh manusia, padahal pada dasarnya manusia selalu melakukan perubahan. Perubahan tersebut adalah hal wajar. Karena mengingat kebutuhan manusia yang tidak terbatas dari masa ke masa. Perubahan kebutuhan dalam kehidupan itu diantaranya;
1. Peralatan dan perlengkapan hidup, pakaian, peralatan rumah tangga, alat transfortasi dan lain-lain.
2. Mata pencaharian, seperti dalam sistem ekonomi mencakupi pertanian, peternakan dan sistem alat produksi.
3. Sistem kemasyarakatan meliputi organisasi politik, sistem hukum, kekerabatan dan perkawinan.
4. Bahasa, dahulu bahasa yang disampaikan melalui lisan, maka sekarang dapat dilakukan melalui berbagai media.
Perubahan-perubahan itu sering disebut sebagai perubahan sosial dan budaya, karena proses berlangsungnya dapat terjadi secara bersamaan, meskipun demikian sebenarnya sosial dan budaya berbeda. Oleh karena itu, perubahan sosial berkaitan erat dengan perubahan budaya. Max Weber berpendapat tentang perubahan sosial budaya bahwa perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidak sesuaian unsur-unsur. (dalam buku Sociological Writing).
B. Sifat Perubahan
Terdapat dua sifat perubahan yang terjadi:
1. Perubahan evolusi dan perubahan revolusi
Perubahan evolusi yaitu perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat tanpa ada kehenda tertentu dari masyarakat tertentu terhadap budaya. Perubahan ini mengikuti seiring dengan perkembangan masyarakat dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lain halnya dengan perubahan revolusi yang berlangsung dengan dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologi perubahan ini yaitu perubahan yang mengenai unsur-unsur masyarakat yang berlangsung cepat.
2. Perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan
Perubahan ini sudah jelas yaitu perubahan yang terjadi didalam masyarakat yang dilakukan dengan secara sengaja dengan adanya perencanaan secara matang-matang yang melibatkan masyarakat. Dan sebaliknya sedangan perubahan yang terjadi dengan tidak direncanakan adalah perubahan yang tak terduga tanpa adanya perencanaan dari masyarakat.
3. Teori Perubahan
Menurut Sudjatomo suatu perubahan besar dapat terjadi akibat oleh tiga faktor; pertama, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, kedua, kependudukan dan ketiga, faktor ekologi dan lingkungan hidup.
Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada dimuka bumi ini dalam hidupnya dipastikan mengalami perubahan. Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat kita ketahui apabila kita menelaah terhadap kejadian disuatu masyarakat pada masa lampau dengan apa yang terjadi saat ini.
4. Pengembangan Kemampuan Antar Budaya Untuk Memahami Kebudayaan
Tidak dapat dipungkiri bahwa budaya merupakan nilai-nilai yang muncul akibat dari interaksi antara manusia disuatu wilayah atau negara tertentu. Budaya inilah yang menjadi acuan dasar bahkan menjadi jembatan proses komunikasi antar manusia yang ada didalamnya. Karena itu muncul diwilayah ternteu, maka akan menghasilkan perbedaan dengan wilayah lain. Seperti halnya kata “dahar” bagi orang jawa kata tersebut merupakan kata halus yang memiliki arti makan yang ditujukan untuk orang tua dengan maksud menghormati. Sebaliknya, justru kata “dahar” bagi suku sunda sangatlah tidak lazim bila disandingkan kepada orang tua. Meskipun memiliki arti sama, tetapi bagi orang sunda kata tersebut adalah kasar apabila ditunjukan pada orang tua.
Perbedaan itulah yang bisa memunculkan dua sisi tolak belakang. Sisi positif, kata tersebut memberikan khazanah bagi kelompok tertentu. Bahwa mereka memiliki ciri khusus yang istimewa untuk membedakan dengan kelompok lain.
Dengan adanya perbedaan budaya antar kelompok juga bukan berarti tidak akan adanya persatuan antar budaya yang berbeda. Justru dari sebuah perbedaan itulah yang namanya sebuah kekurangan dapat ditutupi oleh kelebihan dari budaya lain sehingga menghasilkan persatuan. Solusi tersebut dapat dilakukann dengan cara komunikasi antar budaya.
Komunikasi Antar Budaya
Adalah komunikasi yang terjadi antar orang-orang yang berbeda dalam suatu budaya. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke genersi (Tubss, Moss. 1996).
Perbedaan budaya dalam sebuah negara menciptakan keanekaragaman pengalaman, nilai dan cara memandang dunia. Keanekaragaman tersebut menciptakan pola-pola komunikasi diantara anggota-anggota dan etnis yang berbeda. Gudykunst dan Kim (2003:17) mengkonsepkan fenomena komunikasi antar budaya sebagai “sebuah transaksional”.
Sebuah transaksional, proses simbolik yang mencakup pertalian antar individu dari latar belakang budaya yang berbeda. kata kuncinya adalah proses. Komunikasi antar budaya seharusnya dapat dipandang dan dianalisa sebagai sebuah proses yang kompleks, bukan sekesar sebuahh pertemuan. Lebih lanjut lagi, komunikasi antar budaya, oleh beberapa ilmuan sosial dilihat sebagai suatu disimplin akademik-data dikatakan, sebagai satu cabang dari ilmu komunikasi, berlabuh dalam karakteristik ontologinya, epistimologi dan asumsi-asumsi aksiologinya.
Untuk mencapai komunikasi yang efektif setiap individu seharusnya mengembangkan kompetensi antar budaya merujuk pada keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai komunikasi yang efektif. (Jandt 1998,2004) mengidentifikasi empat keterampilan sebagai bagian dari kompetensi komunikasi antar budaya yaitu, personality strength, communication skills, psychological adjustment and cultural awareness.
Tidak dapat diragukan bahwa komunikasi antar budaya adalah sebuah hal yang sangat penting saat ini. Pendatang secara kolektif disebut sojourners atau bisa disebut juga dengan ekspariat, yaitu kelompok orang asing yang tinggal disebuah negara yang memiliki latar belakang berbeda dibandingkan dengan negara mereka berasal. (Cf.Bocher.1982) beberapa hasil penelitian mengatakan bahwa tinggal dinegara orang lain tidak secara otomatis kita dapat menggiring pada sikap positif terhadap negara tersebut. Bukti dari penelitian sering kali muncul yang negatifnya dibandingkan dengan yang positifnya. (Stroeb,Lenket and Jonas. 1988)
BAB III
PENUTUP
Perbedaan budaya bisa menyebabkan perbedaan persepsi dalam tatanan tertentu dan bisa menimbulkan konflik baik antar individu maupunkelompok dalam budaya. Maka dari sinilah kita mesti dan dapat memahami perbedaan budaya sehingga terjadilah sebuah perubahan dalam diri terhadap persepsi.
DAFTAR PUSTAKA
Janna Miftahul N, dkk. Komunikasi Antar Budaya: MakassarBaharuddin. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan:
Kartakusumah Berliana, Pemimpin diluhung, (jakarta: PT. Mizan Publika,2006)
Perubahan Sosial. Digilib.uinsby.ac.id
Komentar
Posting Komentar